Showing posts with label sains. Show all posts
Showing posts with label sains. Show all posts

Yang Kembali Ada

Mulai ada warna-warna yang mendekat dengan dinding-dinding ruang yang ku bangun, warna-warna yang unik yang mencari ruang yang nyaman baginya bersandar dan berada. Yang pantas baginya untuk berada, yang patas baginya untuk mewarnai.

Sengaja aku buat dinding-dinding itu, sengaja ku buat karena aku tahu ada warna-warna yang dulu tidak terlihat karena mereka bersembunyi untuk muncul di dinding yang terlalu biasa bagi mareka. Makanya aku bangun dinding itu supaya aku bisa melihat mereka.

Sekarang aku telah bertemu dengan mereka, bertemu dengan warna yang dulu dianggap tidak ada tapi sekarang mereka mulai muncul di hadapanku. Aku bersyukur hipotesaku tentang mereka benar. Warna yang   dulu hanya tertera dalam simbol-simbol rahasi buku-buku klasik itu memang ada. Memang ada. Sekarang mereka telah kembali ada.

Aku akan terus berada di depan dinding itu untuk memandang mereka selamanya.

Ilusi Waktu


Waktu kadang desebut sebagai ilusi. Persepsi seseorang tentang waktu yang dialaminya pastinya sangat berbeda-beda. Setiap kita berpindah tempat pun kita merasakan perubahan kondisi waktu yang kita sedang alami. Waktu bergerak linear ke depan dengan ilusi kecepatan berbeda-beda yang kita rasakan. Ada yang merasa waktu berjalan lambat ada yang merasa waktu berjalan begitu cepat bahkan secara teori akan ada yang merasakan waktu sedang berhenti.

Kagiatan harian yang sedang kita lakoni menggambarkann persepsi waktu yang sedang berlaku bagi kita, setiap kegiatan mempunya ritme waktu yang berbeda. Sewaktu kita sedang bergerak waktu terasa begitu dinamis melaju, namun ketika santai dan berhenti atau beristirahat/tidur terasa waktu begitu lambat dan begitu lembut sampai-sampai kita tak merasakan adanya waktu yang berjalan.Terhadap kita waktu akan berlaku seperti "ilusi" yang berubah-ubah. 

Memutuskan untuk Menjawab

Terlalu sering kita mengulang "kesalahan" yang sama, seperti lupa bahwa itu kesalahan yang harus kita tinggalkan.

Kesalahan yang terulang dan berulang dalam waktu lama kan menjadi kebiasaan yang begitu ringan kita lakukan, seakan kesalahan itu adalah napas yang berhebus dengan ringan memasuki seluruh jiwa kita tanpa adalagi keengganan dari hati dan akal ini.

Membuangnya ibarat membuang sepotong tangan kita sendiri, kita enggan melepaskan secara naluri karena kita selama ini telah menikmatinya secara menyenangkan meskipun kita tahu itu salah. Kesalahan telah berubah menjadi hal yang lumrah karena ada ganjaran kenikmatan yang kita dapatkan.

Itu mungkin gambaran yang bisa saya gambarkan, selanjutnya adakah peluang untuk memotong habis kebiasaan melakukan sebuah kesalahan yang terus menerus semacam itu?

Adakah solusi yang tepat ?

Sulit menjawab, meskipun demikian kita harus mencoba menjawab, kalaupun jawaban kita gagal kita harus berusaha terus untuk menyempurnakan jawaban kita.

Apakah saya punya jawabannya ?

Saya berusaha mencari jawabannya semenjak lama, sehingga barusan saya menganalisa sebuah konsep tentang "Habit" atau dalam bahasa kita disebut dengan "Kebiasaan". Setelah menganalisa lebih dari 4 jam dengan membandingkan dengan referensi - referensi yang saya miliki di lemari perpustakaan pribadi saya, sampai pada kesimpulan sementara ; "Kebiasaan bisa diubah dengan cara membentuk kebiasaan yang baru sama seperti awal terbentuknya kebiasaan yang buruk tersebut, kebiasaan baik juga terbentuk dengan sistem yang sama".

Konsepnya akan saya bahas insyaALLAH di kesempatan selanjutnya, sudah jam setengah 12 malam ketika saya mengetik ini, otak ini mulai minta kembali ke alam mimpinya untuk bermain dan beristirahat. Semoga umur kita semua selalu berkah, dan semoga kebiasaan buruk yang masih melekat di jiwa kita ini mudah untuk berganti dengan kebiasaan baik yang penuh berkah, insyaALLAH. Amiin.

Apa Sajakah Ukuran Kertas ?

Selama ini kita sangat membutuhkan kertas, mulai dari kertas tisu, kertas untuk menulis diary, mengerjakan tugas kuliah, kertas dalam buku bacaan dan banyak lagi kertas yang kita butuhkan. Namun, tak banyak yang tahu ada apa saja ukuran kertas. Mungkin seorang siswa sekolah dasar hanya mengetahui ukuran A4 dan A3 untuk keperluannya mengerjakan tugas menggambar di sekolah, atau mahasiswa yang sering mondar-mandir mengcopy tugas dan catatan mengenal betul kertas ukuran F4. Ada berapa banyakkah standa ukuran kertas di dunia ini?

Secara Internasional, terdapat sebuah standar kertas dimana tiap ukuran memiliki seri berupa sebuah huruf dan angka yang mengikutinya. Terdapat awalan A, B, dan C. LAlu berkembang lagi ukuran F dan R sesuai permintaan pasar.

Biasanya seri yang diawali huruf A adalah kertas-kertas yang digunakan dalam urusan perkantoran. A0 menyatakan ukuran sekitar satu meter persegi, lalu ukuran setelahnya adalah setengah dari ukuran sebelumnya, sebagai contoh ukuran A1 berarti ukurannya adalah setengah dari A0 dan seterusnya. Untuk seri A, A4 merupakan yang terpopuler digunakan. berikut ukuran-ukurannya (dalam cm)
A0841 x 1189
A1594 x 841
A2420 x 594
A3297 x 420
A4210 x 297
A4s215 x 297
A5148 x 210
A6105 x 148
A774 x 105
A852 x 74
A937 x 52
A1026 x 37

Sedangkan unutk seri B, biasanya digunakan untuk poster maupun lukisan.

B01000 X 1414
B1707 X 1000
B2500 X 707
B3353 X 500
B4250 X 353
B5176 X 250
B6125 X 176
B788 X 125
B862 X 88
B944 X 62
B1031 X 44

Lalu ada ukuran C yang biasanya digunakan untuk map, kartu post, dan amplop.
C0917 X 1297
C1648 X 917
C2458 X 648
C3324 X 458
C4229 X 324
C5162 X 229
C6114 X 162
C781 X 114
C857 X 81

Lalu untuk dunia fotografi, biasanya digunakan ukuran dengan seri R.

2R60 x 90
3R89 x 127
4R102 x 152
5R127 x 178
6R152 x 203
8R203 x 254
8R Plus203 x 305
10R254 x 305
10R Plus254 x 381
11R279 x 356
11R Plus279 x 432
12R305 x 381
12R Plus305 x 465
14R284 x 353
17R305 x 405
19R305 x 455

Seri F biasa digunakan untuk perkantoran dan fotocopy, biasa disebut kertas Folio.

  • F4 = 215 x 330

Ada beberapa ukuran lain yang kadang-kadang memakai nama Inggris, diantaranya Letter, Legal, Kwarto (sedikit lebih kecil dari A4), A4+, A3+
(rzq/wiki)

Galaksi Holmberg II

Astronom berhasil menemukan sebuah galaksi jauh paling aneh yang terletak di antara tempat teraneh di semesta.

Galaksi Holmberg II menjadi salah satu bintang atraksinya. Hubble Space Telescope (HST) berhasil memotret galaksi ini sedang ‘meniup gelembung’ yang sebenarnya adalah ‘kerang’ gas yang tercipta akibat siklus kehidupan beberapa generasi bintang.


Bintang bermassa tinggi ini membentuk wilayah padat gas yang kemudian mengeluarkan angin rasi bintang kuat yang menghembuskan materi di sekitarnya. Di akhir hidupnya, seperi ditulis Dailymail, bintang ini meledak sebagai supernova.


Gelombang kejut merobek wilayah kurang padat di sekitar bintang kemudian memanaskan gas dan membentuk ‘kerang’ menakjubkan ini. Hasil gambar menakjubkan ini merupakan perpaduan gambar tampak dan gambar paparan inframerah HST.

Sumber :
inilah.com