Showing posts with label art. Show all posts
Showing posts with label art. Show all posts

Membangun Keluasan Diri

Kebenaran menjadi begitu sempit ketika berada di mata para manusia yang emosional, hanya ada dua warna saja yang nampak dalam pandangan mereka. Kebenaran menjadi hal yang menakutkan ketika mereka mengutarakannya. Kebenaran menjadi membosankan ketika mereka membahasnya.

Ruang-ruang besar yang indah dan nyaman yang mampu memikat seluruh manusia tidak mampu mereka bangun lagi.


Jadilah kami yang memegang mimpi bahwa manusia mampu memahami keluasan  terhenti tidak tahu  harus berbagi mimpi dengan siapa lagi. Akhirnya Kebenaran yang suci kini telah diperkosa oleh para banci yang tak mengenal mimpi seperti kami.

Kita tunggu waktu ketika mereka lelah memandang diri sebagai pribadi yang amat suci. Kita tunggu waktu ketika mereka mulai belajar untuk memahami arti dari kata "manusia" itu sendiri.

Tarian Tanpa Topeng

Banyak yang bingung membaca siapa aku? ada yang menganggap aku pribadi yang religius, ada yang mengira aku agak liberal dalam pemikiran, ada yang melihat aku sebagai pribadi yg sangat egois, ada yangg melabelkan diriku dengan pribadi penakut, ada yang membaca aku sebagai orang yang menakutkan, apakah sebanyak itu wajahku sehingga kalian tidak bisa melihatku sebagai manusia? aku hanya sebagai manusia saja. Lupakan wajah2ku, Yang tak bisa melihatku sebagai manusia tak akan bisa memahamiku. Temukanlah kesederhanaan dalam kerumitan, jangan menyederhanakan sesuatu sehingga malah berubah jadi rumit.


Temukanlah kesederhanaan dalam kerumitan, jangan menyederhanakan sesuatu sehingga malah berubah menjadi rumit.

Jika manusia sibuk melabel-labelkan manusia dengan label A,B,C,dst. semua akan berubah-ubah dalam topeng-topeng aneh yang bisa dibeli dengan murah lalu dikenakan. aku akan berdiri di satu titik dimna bisa mlihat wajah-wajah mnusia tanpa topeng-topeng murahan yang telah melekat lama dengan wajah mereka. Hanya wajah asli saja.

Akan ada waktunya masing-masing manusia akan menari dengan tariannya sendiri, bukan tarian orang yangg diajarkan kepadanya. Tarian yang dia bisa menikmatinya seutuhnya. Lalu dia tersenyum penuh kepuasan karena tariannya telah membawanya kepada sebuah gerak yang begitu alami dengan dirinya. Kapan waktu itu ? akan sangat lama.

Waktu yang lama bukan halangan bagi kami yang memiliki impian yg begitu berwarna warni yang punya kelenturan gerak yangg menggemaskan hayalan.

Itulah kata-kata ku malam ini sebagai luapan rasa bagi yang mampu memahaminya saja.Yang tak mampu memahmi semoga diamnya akan memudahkan pemahamannya

Memulai Cinta

Yang tiba-tiba perasaannya berdebar-debar ketika menatapnya, menatap wajah gadis yang membuatnya terus terikat dengan memori indah itu, lalu mulailah keinganan untuk terus bertemu lagi dengannya. Rancangan-rancangan strategi pun mulai dirumuskan untuk menciptakan kesempatan baru untuk bertemu.

Setelah mulai dan sering bertemu mulailah masing-masing berusaha untuk menampilkan pesona yang dimilikinya. Mulailah pesona-pesona itu menjadi warna-warna indah yang sulit untuk dinamakan dengan kata-kata. Semua akan menjadi indah ketika saling bertemu dan bersapa karena mereka saling berusaha memacarkan pesona terbaik yang dimilikinya.

"Lalu kelanjutannya gimana?"

"Tarik napas dulu, siap2 lanjutin bacanya!"

Lalu setelah waktu berjalan dengan aroma wangi dan warna-warni pelangi yang membuat hati ini terus berpuisi tetap saja akan ada dinding yang menuntut kita berhenti dan membuat arah baru untuk langkah baru selanjutnya.

Langkah-langkah baru ini yang akan saya sebut sebagai sebuah "Status".

"Status" yang dibuat akan berbeda-beda tergantung diri mereka berdua karena "status" adalah kumpulan pilihan-pilihan ibarat warna yang bermacam-macam atau beragam.

Pilihan "status" yang dibuat biasanya berkisar antara pilihan-pilihan di bawah ini ;

a. Pacaran , pilihan ini adalah pilihan yang paling mudah dan sering dipilih oleh kebanyakan, terlebih bagi para pemula yang baru jatuh cinta semua dihubung-hubungkan dengan pacaran seakan hanya status ini yang ada dibumi ini untuk mereka bisa bersama.

b. Tetap sebagai kawan, lalu meski suka namun mereka membuat kesepakatan baru dari rasa kagum menjadi kawan. Pilihan ini biasanya dibuat karena mereka berdua masih ragu-ragu dengan masa depan jika mereka bersama, ini biasanya tipe dari para prediksionis yang akan memprediksi semuanya ketika masa depan masih belum jelas mereka akan mengamankan diri masing-masing agar tidak ada yang rugi.

c. Memendamnya lalu merancang langkah-langkah untuk menikahinya, ini tipe remaja yang sangat idealis dengan nilai-nilai suci yang dipegangnya. Dia akan menyembunyikan idenya lalu merancang cara agar bisa menamatkan studynya secepatnya dan merancang supaya memiliki penghasilan sebagi modal untuk mengeksekusi keinginannya untuk memiliki cita-citanya itu. (Keren....)

d. Melupakannya, ini tipe yang sangat rumit. Berusaha melupakan sesuatu yang disukainya karena ada sesuatu lain yang harus dia dahulukan, bisa jadi karena punya ambisi kuat kepada cita-cita lain dan bisa jadi juga karena takut akan sesuatu. Ini pilihan yang sangat rumit untuk dibaca.

e. Terakhir ada yang memilih untuk bermain-main saja tanpa keseriusan yang berarti, ini lawan dari pilihan pertama, jika pilihan pertama dilakukan oleh para pemula , pilihan ini dilakukan oleh para spesialis, (hahahaa,,,,,). Keseriusan yang mereka perlihatkan hanya kepalsuan, mereka telah menyusun agar ada alibi untuk mengakhirinya sewaktu-waktu. Mereka hanya menganggapnya semua hanya permainan yang bisa dihentikan kapanpun mereka mau.

Pilihan-pilihan yang dibuat oleh masing-masing kita adalah yang paling kita anggap sebagai pilihan terbaik bagi kita, lalu baru kita mempertimbangkan yang lainnya. Silakan dipilih Anda akan memilih yang mana? 

Under The Pink


Aku tidak bisa berjanji untuk mencintai mu selamanya.
Namun, hari ini aku akan mencintaimu sepanjang hari dan sepanjang malam.
Besok ?
Besok aku akan berjanji untuk melakukannya kembali.

Sekarang aku lebih mencintai mu dari pada diriku sendiri.
Sekarang aku senang melihat mu disamping ku meskipun hanya semenit.

Cinta memang energi yang mampu membuat semua bintang-bintang di langit berubah menjadi pink.
Dan turun ke bumi untuk membuat kita bahagia.

Sekarang aku tidak akan menggoda dirimu lagi.
Aku hanya akan memberimu bunga ini.

Bayangan Bukan Fisik

Seringkali kata-kata kita pahami dengan salah, karena kita pahami dengan pemahaman yang melahirkan keanehan terhadap efek yang terjadi dikemudian harinya. Kata harus bisa dipahami dengan kenyataan, ujilah pemahaman kita terhadap kata dengan kenyataan dan efek-efek dari kenyataan-kenyataan itu. Seperti sebuah kata yang sering menjebak kita dalam memahaminya, kata itu adalah “Rendah Hati”.

Seringnya kita menganggap kata itu sebagai kata yang begitu mulia sehingga kita sering ingin memilikinya, ingin memeluknya. Dan bahanya kita memakai kata itu sebagai wajah kita. Benarkah cara semacam itu ?
Terlepas dari persepsi Anda, saya akan menyampaikan persepsi saya, menyampaikan perasaan saya, menyampaikan visi saya terhada kata tersebut dan penggunaan kata tersebut; menurut saya salah besar jika mengambil kata itu sebagai wajah kita, salah besar kita melekatkan kata itu dengan diri kita, sungguh akan sangat berbahaya jika kita mengawinkan kata itu dengan emosi kita. Kenapa ? Karena kita salah menggunakannya. Kata tersebut kurang tepat kita gunakan untuk diri kita, karena kata itu adalah kata yang berfungsi untuk penilaian. Penilaian itu adalah hasil bukan awal.


Jadi bukanlah kita yang melekatkan kata “Rendah Hati’ dengan diri kita, tapi orang lain yg akan memandang dan menilai kita dengan kata “Rendah Hati” atau tidak “Rendah Hati” . Kita menyusun kerja dengan pemahaman yang benar berdasarkan kenyataan-kenyataan. Pemahaman yang benar dan mendalam dengan sendirinya akan memudahkan kita memahami keikhlasan. Kerendahan hati adalah bayangan yang dilihat oleh pihak lain terhadap bayangan kita. Bukan dasar kita melakukan pekerjaan, tapi hanya bentuk bayangan yang termanifestasi dari pemahaman yang mendalam terhadap kenyataan yang memudahkan kita memahami dan bergerak dengan keikhlasan. Bayangan bukan fisik kita. Bayangan yang dilihat oleh orang lain.

Narsisme dan Cinta

Ketika dua orang narsis bertemu mereka akan mudah untuk saling jatuh cinta, entah kenapa bisa terjadi semacam itu. Namun ketika dua orang logik bertemu mereka akan saling membaca satu sama lain, mencari kelemahan lawannya ataupun mencari keunggulan lawannya, semacam perang. 

Kita akan mudah untuk jatuh cinta ketika sedang narsis dan kita akan mudah menilai ketika sedang logik. 

Ada yang setiap harinya penuh dengan cinta dan bunga-bunga rindu terhadap seseorang namuan ada juga orang hidupnya penuh dengan prediksi-prediksi masa depan yang rumit dan penuh perubahan sehingga cinta baginya adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dijaga agar tetap ada. 

Bagi yang logik kata cinta penuh dengan warna-warna yang sangat sulit untuk didiefinisikan dengan tepat maka mereka sangat hati-hati untuk memutuskan mengungkapan cintanya kepada seseorang, mereka hati-hati karena menunggu akankah rasa cinta nya akan berubah ketika kondisi telah berubah. Mereka mencari ketepatan sebelum bersikap.

Bagi yang narsis mereka mudah mengeluarkan ungkapan cintanya karena mereka yakin mereka pantas mencintainya, pantas mendapatkan cinta itu dan pantas untuk dicintai.

Bagiku Narsisme dan Logic itu ada kemiripan meskipun kelihatannya berbeda.




Tersenyumlah Ketika Bicara

Sadarkah kita bahwa kita seringnya hanya menyukai hanya beberapa warna saja, lalu kita merasa muak dengan warna-warna yang lain. Sadarkah kita bahwa kita sering membela satu kelompok dengan mati-matian dengan logika emosi kekanak-kanakan, lalu kita membenci kelompok sebelahnya dengan emosi kekanak-kanakan juga. Sadarkah kita seringnya menganggap bahwa pandangan kita yang lebih luas sedangkan pandangan yang lain sempit tak bermakna di mata kita.

Aku sering melihat orang yang mengaku cinta kebebasan dan demokrasi namun sering menilai orang dengan emosinya, apakah kebebasan itu artinya kita bebas menilai orang sekehendak hati kita? Apakah kebebasan itu kita artikan kita bebas menari tanpa meperdulikan atau pura-pura tuli dengan irama musik yang ada?

Aku jadi malas menilai logika manusia, aku juga malas menilai logika sosial. Aku bukan seorang penilai atau juri. Aku bukan juri. Aku hanya seorang yang melintas di jalan ketika opera drama itu sedang mereka lakoni. Untuk apa aku menilai? Aku tak mau berhenti lama dalam kerumunan manusia yang sedang gaduh.

Mari kita melangkah dengan lebih cerdas, mari kita melangkah dengan lebih tenang. Emosi-emosi itu kita simpan saja untuk puisi nanti malam.

Mari kita lebih bijak dengan warna dan kebebasan, marilah kita mengeluarkan kata-kata indah meskipun suara bising mengganggu telinga ini.

Aku mecoba masuk ke ruang yang tak kusenangi secara naluri, untuk apa? apakah untuk mencari kebobrokannya? Bukan! Tapi ingin memahaminya, ingin mengatahui irama musik di ruangan itu, ingin mengetahui bagaimana mereka menjaga ruangnya. Aku hanya ingin tahu saja, bukan untuk menghina atau menilai.

Mari menulis ulang logika kita yang selama ini kita anggap selalu benar. Logika kita hanya ruang interval untuk sebuah kemungkinan, bisa kemungkinan salah yang muncul dan bisa jadi pula kemungkinan yang benar yang muncul. Jadi Tersenyumlah Ketika Bicara.

Narasi Benakku Yang Belum Berwarna

Bagi sebagian orang kehidupan dunia ini membosankan, terlalu sempit, terlalu kaku, terlalu banyak aturan yang berlaku, terlalu banyak basa-basi yang tak perlu. Bagiku kehidupan dunia ini selalu berubah-ubah. Kadang aku melihat senyum dari wajah seseorang namun esoknya aku melihat yang berbeda, wajahnya jadi kaku tak hangat lagi. Kadang aku melihat esok hari menyenangkan karena entah kenapa namu kadang juga aku merasa esok hari hanya pantas untuk diisi dengan tidur malas di atas kasur.

Aku ingin menulis jujur dalam lembar ini, terlepas dari paradigma dan nilai-nilai yang aku pegang, aku menulis lepas seperti pengamat yang sedang memandang benda yang tak bernyawa sama sekali, seperti programer yang sedang memandang sistem yang sedang dia benahi. 

Ini selalu terjadi, meskipun aku merasa banyak yang menutup-nutupi seolah-olah kehidupannya begitu bahagia tetap saja aku curiga dia tidak terbuka dalam hal ini. Tetap saja aku bisa melihat wajahnya tidak seperti yang dia bilang bahwa semuanya baik-baik saja, memaksa baik ketika tak baik bagiku itu merupakan hal yang merusak, merupakan hal yang tak pantas bagi kita manusia. Bisakah kita merasa baik secara alami? Bisakah bersikap alami juga ketika semua sedang tidak baik? Bisakah kita tidak menutup-nutupinya? Mungkin semua akan menolak untuk melakukan itu. Akan menolak karena takut nama baik yang telah dia bangun hilang lenyap karena penilaian orang lain. Menolak karena dia tak mau melihat realita, hanya mau melihat nilai-nilai yang dia pegang akan tetap abadi. 

Aku merasa bingung dalam hal ini, merasa ada yang ganjil dengan sikap semacam itu. Ada benak yang tidak bisa menerima. Ada benak yang menganggap hal semacam itu akan jadi dusta dengan topeng putih yang cantik dan anggun dalam pandangan.

Aku jadi malas mendengar kata-kata manis manusia, aku jadi malas melihat senyum hangat yang mengatakan seolah-olah tak terjadi apa-apa. Aku jadi malas menanggapi ajakan penuh semangat bahwa kita akan menang. Aku malah ingin melihat lebih dalam ke dalam mimpi itu semua, akankah mimpi-mimpi semacam itu akan jadi nyata? Mereka  menyebutnya bukan mimpi, mereka menyebutnya janji. Namun tetap saja ketika masuk ke benak kita itu akan jadi mimpi yang kita bangun dengan persepsi naluri kita. 

"Janji" aku bisa memahami kata itu, aku bisa memahami maknanya. Namun aku ingin setiap kata jangan kita paksa mengeluarkan makna yang kita inginkan. Jangan kita paksa semua seakan bai-baik saja, jangan kita paksa semua warna harus berubah menjadi putih. Jangan kita paksa itu, sungguh melelahkan memaksa hal-hal semacam itu. 

Sementara ini aku belum bisa menutup narasi ini, belum bisa menyumpulkannya. Narasi ini kubuka dalam benakku yang belum menemuka warna yang pantas untuk bisa menjadi lukisan yang indah bagi semua. 


Yang Kembali Ada

Mulai ada warna-warna yang mendekat dengan dinding-dinding ruang yang ku bangun, warna-warna yang unik yang mencari ruang yang nyaman baginya bersandar dan berada. Yang pantas baginya untuk berada, yang patas baginya untuk mewarnai.

Sengaja aku buat dinding-dinding itu, sengaja ku buat karena aku tahu ada warna-warna yang dulu tidak terlihat karena mereka bersembunyi untuk muncul di dinding yang terlalu biasa bagi mareka. Makanya aku bangun dinding itu supaya aku bisa melihat mereka.

Sekarang aku telah bertemu dengan mereka, bertemu dengan warna yang dulu dianggap tidak ada tapi sekarang mereka mulai muncul di hadapanku. Aku bersyukur hipotesaku tentang mereka benar. Warna yang   dulu hanya tertera dalam simbol-simbol rahasi buku-buku klasik itu memang ada. Memang ada. Sekarang mereka telah kembali ada.

Aku akan terus berada di depan dinding itu untuk memandang mereka selamanya.

Keberhasilan dan Cinta


Mencampuradukkan kekayaan dengan kebahagiaan. Yang kita bicarakan di sini adalah orang yang tetap bergaul dengan orang-orang yang sama seperti ketika dia masih sekolah menengah dan tetap tinggal di lingkungan yang sama tempat dia dibesarkan. Uang tidak mengubah dirinya di tingkat yang mendasar. Ketika Warren Buffet diminta oleh beberapa mahasiswa untuk mendefinisikan keberhasilannya sebagai salah satu orang terkaya di amerika, dia mengatakan bahwa keberhasilan adalah dicintai oleh orang-orang yang Anda harapka untuk mencintai Anda. Anda dapat menjadi orang terkaya di dunia, tetapi tanpa cinta kasih dari keluarga dan teman-teman, Anda akan juga menjadi orang yang paling miskin.

Bagaimana Saya Belajar Melukis?


Banyak orang yang akhirnya tertarik untuk belajar melukis ketika sering kali tanpa sengaja melihat lukisan-lukisan di internet atau di restoran-restoran yang ia kunjungi. Awalnya biasa saja, lama-lama tertarik. ketertarikan pada lukisan pun beragam, ada yang menyukai tekstur dari sebuah lukisan, bentuk detail yang dilukiskan pelukis, maupun komposisi warnanya yang begitu eye catching, apalagi jika warna lukisan tersebut didominasi oleh warna kesukaannya.

Tahukah anda? Sesungguhnya melukis itu hanya membutuhkan sedikit persentasi dari bakat. Teknik melukis sebenarnya bisa dipelajari oleh siapapun meski ia tak memiliki bakat melukis sama sekali. Bahkan bakat ini pun beragam. Ada yang berbakat dalam meniru bentuk, ada yang bakatnya membuat bentuk, ada yang bakatnya dalam komposisi warna. Sering kali sebuah lukisan tampaknya menarik sekali meskipun bentuk objeknya tak karuan atau kurang proporsional. Lukisan tersebut lebih menonjolkan komposisi warna yang menarik sehingga bentuk tadi menjadi hal yang tak dipedulikan. Maka berlatihlah untuk mengembangkan apa yang kurang dari lukisan anda. Kuncinya adalah berlatih dan memperbanyak melihat lukisan agar timbul ide.

Lalu, bagaimana sebaiknya saya belajar? Dalam dunia seni rupa lukis, terdapat dua jenis cara belajar yang paling terkenal. Cara Eropa dan cara China. Seniman-seniman Eropa mengajari murid-murid sekolah lukisnya  dengan mengenali bentuk-bentuk dasar, seperti titk, garis, lalu bidang persegi, lingkaran, segitiga, kemudian bertahap mempelajari skala dan proporsi. Sedangkan pelukis-pelukis China yang sangat menjunjung tinggi nilai filosofi dari sebuah lukisan mengajarkan murid-murid mereka untuk meniru lukisan yang telah ada. Semakin mirip, maka kempampuannya dianggap telah meningkat. Hingga akhirnya murid tersebut bisa melukis sendiri tanpa meniru lukisan, tapi meniru objek asli ataupun ide dalam kepala mereka.

Mana yang lebih cocok untuk anda? Andalah yang lebih tahu mana yang lebih pas untuk anda. Saya sarankan, sering-seringlah melihat lukisan, baik di toko-toko buku, galeri atau museum, atau di internet yang sekarang sedang anda jelajahi. Dan jangan ragu untuk melukis sebuah objek nyata di depan anda untuk memperdalam penguasaan anda terhadap warna dan pencahayaan. Selamat Mencoba ! ^^ (Rizqon)


Mengenal Lukisan Impresionisme

Lukisan-lukisan karya Claude Monet

Aliran Impresionisme dalam lukisan merupakan aliran lukisan yang sangat terkenal selain aliran naturalisme dan ekspresionisme. Aliran ini berkembang pesat di abad ke 19, yang berawal di Paris pada tahun 1860an. Nama Impresionisme pun bermula dari lukisan Claude Monet, yang berjudul, "Impression, Sunrise" atau dalam Bahasa Prancisnya adalah "Impression, soleil levant". Akhirnya seorang kritikus seni mengangkat nama ini sebagai sindiran. 

Ciri khas lukisan impresionisme adalah goresan yang kuat, warna-warna yang cerah, bahkan mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya, komposisinya terbuka, dan sangat menekankan pada aspek pencahayaan, dan subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu ditonjolkan, dan uniknya lukisan impresionisme terkadang memiliki sudut pandang yang begitu berbeda dan menarik. 
Salah satu lukisan Van Gogh yang paling terkenal (The starry night)

Anda bisa melihatnya dari lukisan di samping, lukisan impresionisme begitu memiliki ciri khas yang mudah diingat, sapuan-sapuan kuas yang cenderung pendek dan tidak mendetail pada objeknya, dan memiliki tingkat kecerahan yang tinggi, bayangan yang dihasilkan pun bukan murni warna hitam, tapi berasal dari campuran beberapa warna dasar yang dituakan. Beberapa pelukis terkenal yang beraliran impresionisme adalah Claude Monet dan Vincent Van Gogh. (Rizqon)

Surealisme : Melukis Mimpi, adakah?


The Persistence of Memory, 1931
Mimpi indah apa yang masih teringat dalam memori otak anda hingga saat ini? Setiap orang memiliki mimpi indah sekaligus mimpi terburuk yang masih membayangi hingga saat dewasa meskipun mimpi tersebut terjadi saat masih usia kanak-kanak. Mimpi begitu abstrak, meski kadang memiliki alur yang begitu jelas, namun di alam mimpi kita banyak menemukan simbol-simbol yang tak bisa ditafsiri dengan mudah.

Kita bisa menceritakan mimpi kita pada orang lain, dengan berbagai ekspresi, menyenangkan, menyedihkan, atau sekaligus menghebohkan dan membuat panik dalam sebuah percakapan. Tapi, tidak bagi para seniman, mereka melukiskan mimpi dalam kanvas. Ya, mereka adalah para pelukis aliran surealisme.

Pelukis aliran surrealisme ini melukiskan bentuk-bentuk yang tak realistis atau tak sesuai kenyataan. Mereka melukis bermacam bentuk yang sering dijumpai dalam mimpi dan sebenarnya semua itu berasal dari tumpukan fikiran bawah sadar manusia. Pelukis surealisme biasanya membebaskan ide-idenya dari keterikatan logika seperti mengenai skala maupun proporsi dalam bentuk-bentuk yang dilukisnya. 

Bisa saja pelukis surealisme melukis pohon lalu menjadikan jam dinding sebagai dedaunannya, melukis kuda bersayap yang raksasa, melukis seseorang yang berleher panjang, sampai melukis seorang yang tidur melayang di atas lautan jeruk. 
Salvador Dali
 Salah satu tokoh yang terpopuler dalam lukisan beraliran surealisme adalah Salvador Dali dengan lukisannya yang terkenal berjudul "The Persistence of Memory" tahun 1931. Nah bagi anda yang suka menuliskan mimpi-mimpi tidur anda, cobalah sesekali untuk menorehkannya dalam bentuk lukisan atau gambar sederhana. Selamat mencoba! (Rizqon)

Seni dan Kehidupan

Beberapa abad terakhir, seni menjadi suatu hal yang begitu menarik dan mendapatkan apresiasi yang tinggi. Seni merupakan ekspresi jiwa yang tertuang dalam beraneka media. Bisa diartikan dengan sederhana bahwa segala hal yang mengandung unsur keindahan atau estetika, itulah seni. Seni sudah menemani sejarah perjalanan hidup manusia sejak dahulu, lihatlah betapa banyak peninggalan-peninggalan dari prasejarah yang berupa cap telapak tangan di dinding-dinding gua, maupun lukisan-lukisan dinding. Begitu juga beragam motif pada peralatan berbagai suku dan bangsa. Setidaknya hal tersebut membuktikan kemungkinan bahwa seni yang pertama kali muncul adalah seni rupa dua dimensi.

Seni merupakan ekspresi jiwa. Semakin hari, manusia semakin kompleks permasalahan hidupnya, sehingga untuk mengekspresikan segala macam perasaannya, kini telah berkembang pesat berbagai macam seni. Dahulu hanya bisa dijumpai seni rupa baik dua dimensi maupun tiga dimensi berupa patung maupun seni arsitektur, lalu seni musik, seni drama, dan seni tari. Kita bisa jumpai bahwa sekarang ada beraneka macam hal yang menjadi cangkupan dalam definisi seni, mulai dari seni grafis modern, seni pertunjukan, seni dalam kepenulisan yang melahirkan sastra, bahkan beladiri yang telah ada sejak berabad-abad lalu kini mendapat gelar sebagai seni beladiri karena adanya unsur keindahan dalam gerakan para pegiat beladiri tersebut. Seni tata boga, bagaimana sebuah hidangan tak hanya sedap di hidung dan di lidah, namun memiliki penataan yang indah dan menarik mata anda. Bahkan pornografi pun dianggap seni oleh sebagian kalangan, yang tentu saja ini sangat melanggar norma dan etika agama maupun masyarakat yang ada.

Sekarang, coba lihat sekeliling anda, cukup didalam kamar saja. Ada berapa banyak benda yang berkaitan dengan seni? Apakah anda termasuk  yang berpikir sampul buku-buku anda itu tidak ada nilai seninya? Lihat betapa indah dan menarik warnanya. Kita bisa lihat bagaimana desain lemari pakaian anda, baju yang anda kenakan, bahkan kitab suci kita dibungkus dengan sampul dan motif yang luar  biasa tinggi nilai seninya. Belum lagi, sejumlah file mp3 yang ada di handphone dan laptop anda. Ups, hampir kita lupa, bahwa sekarang beragam permasalahan dalam kehidupan anda menuntut adanya seni. Ya, bagaimana anda memecahkan masalah, bagaimana anda memimpin suatu masa juga merupakan seni yang patut diasah. Jadi, mungkinkah hidup anda tanpa seni? (Rizqon)


Tentang Bisnis, tentang Seni, tentang Motivasi, Games, Sains, tentang Pendidikan dan Berita