Showing posts with label academic. Show all posts
Showing posts with label academic. Show all posts

Presuppositions (6)



We Respect Each Person's Model of the World

Presupposisi ini mengikuti presupposisi yang sebelumnya (People respond according to their internal maps) atau setiap orang memiliki model dunia mereka sendiri. Jika Anda ingin berkomunikasi dengan orang lain, dan terutama jika Anda ingin mereka melakukan sesuatu atau mengubah pikiran mereka tentang sesuatu, Anda harus mulai dari tempat mereka berada  (model dunia mereka).

Menyadari perbedaan antara peta dan wilayah, kita juga menyadari bahwa orang-orang akan memetakan realitasnya dalam cara yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan kita untuk menghormati hak dan tanggung jawab mereka untuk menangani dunianya sendiri. 

Ketika kita menghormati model dari dunia mereka, kita akan menghormati mereka sebagai pribadi yang memungkinkan mereka untuk mempercayai bantuan apapun yang akan kita dapat tawarkan kepada mereka nanti.

Presuppositions (5)




Individual Skills Function by Developing & Sequencing Rep Systems.

(Skill Individu berfungsi dengan pengembangan dan urutan dari Rep System)


The rep system has two key components in the NLP model: submodalities and strategies.




Rep sistem memiliki dua komponen kunci dalam model NLP: submodalities
dan strategi.

A. Representasi Sistem (Modalitas)

Apa yang muncul dalam benak Anda jika saya minta untuk memikirkan secangkir coklat susu kental hangat?

  • Gambaran sebuah cangkir berisi cairan berwarna coklat kental disertai asa lembut yang mengepul ke atas kah?
  • Suara yang muncul ketika Anda sedang menyeruput secangkir coklat susu dengan penuh kenikmatan kah?
  • Lidah yang bergejolak merasakan manis dan lembutnya kah?
  • Harumnya wangi coklat yang bercampur susu?
  • Rasa hangat yang mengalir dari lidah menuju kerongkongan dan berakhir di perut kah?
Mampukah Anda mengalami semuanya? Apakah semuanya sama bagi Anda atau adakah salah satu yang dominan?

Selamat datang di pintu persepsi! Selayaknya sebuah pintu adalah tempat pertemuan dunia luar dan dalam, begitu pulalah yang terjadi dengan pintu persepsi. Untuk bisa memiliki persepsi kita memerlukan informasi yang masuk ke dalam pikiran untuk diolah. Bedanya dengan pintu kayu yang ada di rumah, pintu persepsi senantiasa siap dan terbuka kapan pun dibutuhkan. Ia disediakan oleh Tuhan dalam bentuk reseptor di seluruh tubuh dan pintu tempat kita memasukkan informasi. Pintu tersebut adalah kelima panca indera kita yang menerima informasi dengan cara melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan mengecap. Dalam NLP, kelima cara ini disebut sebagai representational system atau biasa disingkat dengan rep system. Disebut demikian karena memang fungsinya adalah merepresentasikan alias menyajikan ulang informasi (re-present) yang ada di luar diri kita ke dalam sinyal-sinyal yang bisa kita pahami.

Presuppositions (4)



Mind - and - body  Inevitably & Inescapably Affect Each Other

Meskipun kita mengatakan “pikiran” dan “tubuh”seolah-olah mereka beroperasi secara independen masing-masing.  Sebenarnya mereka tidak bisa beroperasi semacam itu. Dalam General Semantik (makna umum) kami menggambarkan hal semacam ini adalah memisahkan fenomena yang tak bisa terpisahkan sebagai  “false-to fact”  atau “elementalism”.

Korzybski (1941/1994) berpendapat keras bahwa elementalism timbul dari pikiran  primitif  dan  polabahasa dan kegiatan (work) yang merugikan kita. Ketika kita menempatkan tanda hubung antara istilah-istilah  tadi kita dapat membuat pemahaman yang lebih holistik dan sistemik

Tidak sulit bagi kita untuk memahami bahwa penyakit fisik dan rasa sakit dapat memengaruhi suasana hati. Sementara masalah kecil seperti flu atau gastroenteritis akan dapat membuat pasien merasa sedih atau menderita iritasi selama beberapa waktu, pasien yang menderita penyakit kronis, terutama yang membawa rasa sakit, akan dapat mengembangkan pikiran negatif dan rasa tidak berdaya dan akhirnya menjadi sakit emosional.

NLP Presuppositions (3)



3. Meaning Operates Context-dependently

Prespositions ini berkaitan dengan presupposition yang pertama. Presupposition ini menyatakan bahwa semua kata membutuhkan beberapa konteks makna. Dalam diri mereka sendiri, kata tidak mengandung makna. Sebuah pernyataan atau tindakan adalah dalam satu kesatuan konteks, dan bisa jadi memiliki perbedaan makna pada konteks yang lain. Ketika Aku memberitahu ayahku, “Aku mencintaimu” makna yang berbeda dari memberitahu istri, “aku mencintaimu”. Konteks pernyataan menentukan makna atau frame makna dari pernyataan tersebut.


O’Connor dan Seymour (1990), menulis,
“Peristiwa yang terjadi tidak penting kecuali sampai kita memberi mereka makna, menghubungkannya dengan masa depan kita, dan mengevaluasi konsekuensi yang mungkin. Kita belajar makna sesuatu hal dari budaya kita dan pendidikan individual kita”.
Mengutip pepatah Yahudi, “Sebagian orang menilai (konstruksi makna, menghitung, memper-hitungkan) dalam jiwanya, begitu juga dengan dia”.


“There is no content in content worth knowing.”
Tad James




“Tidak ada konten dalam konten yang bernilai informasi.”
Tad James

 

Karena makna beroperasi dengan cara yang tergantung pada konteks, konteks (frame) terutama akan me-ngontrol  meaning - the context kita, mengikuti seperti yang diberikan atau Frame yang kita atributkan kepadanya. Tad James menyatakan, “Tidak ada konten dalam konten yang bernilai informasi”.

NLP Presuppositions (2)





2. People Responds According to Thier "Maps"

Dengan adanya perbedaan Map (peeta), maka “Map” kita sebagai persepsi kita tentang wilayah akan me-nentukan atau mengendalikan baik persepsi dan tanggapan kita. Kita menanggapi dunia, bukan karena dunia ada tapi menurut “peta” kita sendiri . Ini menggaris bawahi sangat pentingnya membahas “Map” kemanusia kita di dunia ini.


“Map” peta neuro-linguistik ini terdiri dari keyakinan, nilai-nilai, sikap, bahasa, kenangan, dan filter psikologis lainnya. Dalam kesadaran kita, kita mengalami “peta/ maps” internal ini hanya sebagai  “pikiran/ thoughts”  internal representational "maps" kita. Namun “kita seperti apa yang kita pikirkan, seperti itulah kita”. (“as we so think-so we are”). Dalam hal  internal representational “maps” kita akan berinteraksi dengan fisiologi kita untuk menghasilkan “state” kita. Maka state kita akan mendorong perilaku kita. Ini berarti bahwa persepsi kita akan beroperasi sebagai proyeksi kita. Itu semua menentukan tindakan kita.

NLP Presuppositions (1)


  1. The “map” is not the “territory” or “The menu is not the meal”

Sama seperti “peta” tidak benar-benar seperti “wilayah” yang diwakilinya, kata yang kita gunakan tidak terdiri atas peristiwa atau item-item yang kata itu wakili. “Territory”  adalah sebagai realitas di luar sana, di luar kulit kita, terdiri dari miliaran rangsangan per detik, dunia yang selalu berubah dari tarian elektron, perubahan energi.

“Map” menggambarkan apa yang ada dalam tubuh kita (penerimaan neurologis orang-orang atas manifestasi energi) dan apa yang ada di kepala kita (“mental”, pemahaman konseptual tentang wilayah). Jadi kita memiliki dua tingkat fenomena realitas di sini eksternal dan internal, realitas yang subjektif.

Menumbuhkan Ide Menjadi Konsep

Ide hanya wacana awal yang membutuhkan perangkat-perangkat pendukung tambahan untuk mampu bertumbuh menjadi sebuah model konsep yang kuat untuk diterapkan, jika tidak ide hanya kabut yang akan membuat pandangan kita semakin dalam akan semakin buram.

Ide membutuhkan referensi pengujian untuk memperjelas gagasan awal apakah gagasan dalam ide itu menguntungkan untuk diterapkan atau tidak atau malah menghacurkan yang lain. Sanggupkah kita memahami pergerakan ide itu kedepan akankah dia ke depan tumbuh dengan baik dan menguntungkan tujuan kita atau tidak, di sini kita membutuhkan referensi-referensi untuk menggalih sejarah masa lalu dan kemungkinan di masa depan.

Setelah kita yakin ide tersebut positif untuk masa sekarang dan untuk masa yang akan datang kita lanjutkan dengan meng-inkubasi ide kita terlebih dahulu. Biarkan ide itu tumbuh dulu sendiri sebelum kita perkenalkan kepada orang lain. Dalam masa inkubasi, ide akan mengembang dan memperjelas dirinya dengan sendirinya. Ide akan tampak lebih jelas bagi kita, karakternya akan semakin kentara. Kita jadi semakin yakin dengan ide tersebut akan bisa hidup di dunia nyata nantinya.

Ruang

Ruang adalah sebuah kata yang punya makna yang sangat abstrak. Kata yang mempunyai makna yang mampu melekat dengan semua kata dan benda. Kata yang membuat aku penasaran bertahun-tahun sampai dengan sekarang, sehingga aku menyandingkannya dengan nama ku sendiri. ruangfachriza.

Aku mengagumi kata ini seperti mengagumi keberadaan dunia ini. Aku menggunakan kata ini untuk membantu logikaku dalam memahami hal-hal yang harus kepahami. Dengan kata ini aku mampu menerkan sesuatu. Dengan kata ini aku bisa merancang sesuatu. Dengan kata ini aku bisa membangun sesuatu.

Napas terasa berat dan kepanikan mencekek leherku ketika ruang disekitarku terasa begitu sempit atau aku akan terhenti tanpa kesadaran jika aku tak bisa melihat ruang. Tanpa ruang keberadaan adalah ketiadaan. 

Filosofi Visi yang Benar

Visi pasti akan melahirkan misi, karena visi adalah sistem yang melahirkan bentuk sistem kerjanya sendiri. Energi dari visi akan memberikan kita inspirasi baru dan dari inspirasi itu akan muncul dengan sendirinya kemudahan untuk melihat jalan yang akan kita lalui, pilihan-pilahan jalan yang mudah akan terbuka dengan sendirinnya.
Menurutku sebuah kesalahan yang kita buat ketika merumuskan Visi dan Misi kita cendrung terburu-buru dalam melangkah untuk merumuskan Misi. Kita lupa menyempurnakan Visi terlebih dahulu sehinga Visi dan Misi kita tidak saling terhubung secara ekologis sehingga terasa berat untuk dijalankan.
Langkah yang benar adalah, kita harus fokus membentuk dan memelihara Visi terlebih dahulu, jangan langsung mengarah ke misi. Matangkankan Visi sehingga tiba waktunya bagi sang Visi untuk melahirkan benih-benih Misi.
Visi yang matang pasti akan melahirkan Misi yang  benar.
Bukan kita paksa untuk terhubung, tapi sistem ini akan saling terhubung dengan caranya sendiri.

Untuk Kawan2 Peserta Tes CPNS 2014

Musuh utama bagi sistem logika dan memori kita adalah kata "PANIC" . Panik adalah sebuah kondisi dimana logika dan memori kita akan lumpuh semua, saya sering mengambil kata "BLANK" sebagai gambaran yg kita alami ketika mengalami kondisi panik. Dalam Psikologi panik diartikan sebagai sensasi tiba-tiba rasa takut yang begitu kuat untuk mendominasi atau mencegah alasan dan pemikiran logis, menggantinya dengan perasaan luar biasa dari kecemasan dan agitasi panik konsisten dengan reaksi fight-or-flight kebinatangan. 

Jadi, ketika panik sistem memori kita akan lumpuh dan semua sistem logika kita juga akan shutdown dengan sendirinya yang bergerak adalah naluri alami manusia yang kadang mirip dengan naluri hewani. 

Kenapa saya mengambil tema ini ?

Karena kita sering mengalami panik ketika ujian atau ketika sedang menyelesaikan sesuatu yg rumit yang datang tiba-tiba.

Pernahkan kita semalaman belajar dan menghafal rumus-rumus soal, namun besok ketika soal hadir didepan kita semuanya jadi buyar, rumus menghilang pandangan jadi gelap dan sempit, keringat mulai mengalir, napas jadi tersengal-sengal. Itu gejala panik. 

Panik akan lebih sering menimpa orang cerdas dibanding orang biasa-biasa saja. Orang biasa2 saja tidak menggunakan logika dan memori ketika menyelesaikan sesuatu, mereka secara naluri saja menjawab soal tanpa berpikir mendalam antara benar atau salah jawabannya.

Bagi kawan-kawan yang akan ikut tes CPNS dalam waktu dekat saya berpesan untuk lebih menyiapkan diri untuk menghadapi panik, karena jika panik datang sudah bisa dipastikan Anda akan gagal.

Cara mengatasi gimana ?

Sulit saya menjelaskannya dalam bentuk tulisan, karena ini adalah tehnis kerja bukan informasi yang bisa dibaca dalam tulisan.

Saya ingin membantu saja, jika Anda yang ingin berlatih untuk tidak panik ketika menghadapi sesuatu bisa chatting di Twitter atau Facebook saya untuk berlatih tehnik-tehnik untuk bisa memahami kondisi panik dan menyalurkan emosi agar tidak mencapai titik panik. Jika pun kita tiba-tiba nanti panik kita bisa menormalkan kembali kondisi itu sebelum kembali menyelesaikan soal-soal dan tugas kita.

Saya bisa dihubungi via email : ruangfachriza@gmail.com atau bisa ke twitter @ruangfachriza atau bisa mengirim pesan ke FB saya https://www.facebook.com/ruang.fachriza . 

Terimakasih, semoga bisa maksimal nanti ketika mengikuti tes CPNS. Maksimal dengan skor minimal mencapai 75 persen supaya bisa mencapai great teratas dari urutan yang lulus. Jangan lupa mengucap Bismillah .... ! Mari kita berlatih untuk mengatasi PANIC sebelum memasuki ruang ujian nanti.

Apa itu Waktu Luang ?

Waktu luang hanya dimiliki oleh orang yang bisa bekerja dengan cepat dan efektif, karena kecepatan kerjanya satuan waktu masih tersisa baginya. Waktu luang jadi bonus waktu bagi mereka karena keberhasilan mereka. Bonus ini biasanya mereka gunakan untuk hal-hal yang pribadi bagi dirinya. Waktu luang itu adalah hasil dari sebuah aktifitas bukan ada dengan sendirinya.
Ada yang salah dalam memahami waktu luang. Biasanya mereka menganggap waktu luang itu waktu yang tak tahu mereka harus apakan karena ketiadaan agenda kerja dalam hidup mereka. Waktu luang itu bukan milik para pengangguran yang hidupnya untuk menghabiskan waktu untuk santai, hiburan, tidur seharian, main games sehari penuh. Kalau kita tanya pasti mereka menjawab “lagi kagak ada kerjaan”
Waktu luang adala hasil dari proses aktifitas yang kita lakukan.
Karena ini adalah hasil maka tak mengapa jika waktu luang ini digunakan untuk beristirahat, belanja, atau menjalankan hobi atau hanya sekedar minum teh sendiri atau dengan teman. Karena ini adalah waktu hasil, jadi tidak akan mengganggu satuaan kerja kita yang lain.
Saya sering menggunakan waktu luang ini untuk membalas sms, menjawab telp yang tidak sempat saya jawab tadi, berbelanja, nyuci pakaian, jalan-jalan sebentar. Biasanya dalam sehari kita hanya memiliki satu atau dua jam saja waktu luang. Sangat sedikit memang.
Kalau seandainya saya gunakan waktu regular saya untuk nyuci pasti akan menggangu agenda saya yang lain. Akan mengganggu agenda rapat, agenda kerja, agenda ngajar, agenda ibadah. Makanya agenda yang sangat pribadi sebaiknya dilakukan di waktu luang.
Kuncinya mari kita mengerjakan sesuatu dengan fokus dan efektif dan cepat agar kita memiliki waktu luang. Waktu luang akan menjadi barang yang sangat berharga di masa depan.  Waktu luang adalah salah satu nikmat yang Allah berikan.

Belajar itu Apa ?

Belajar itu apa ? Setiap hari kita diminta dibelajar, semenjak TK sampai dengan jadi Mahasiswa bahkan setelah kita menjadi Leader di masyarakat pun kita masih diminta terus belajar, dari mulai belajar dari buku sampai belajar dari pengalaman hidup.

Belajar itu Apa? Adakah tatacara dalam belajar ? Adakah buku panduan dalam proses belajar ? Adakah tehnik tertentu dalam belajar? 

Menjawab itu semua membutuhkan ruang konsentrasi yang sangat besar. 

Setelah bertahun-tahun mempelajari berbagai referensi dan pelatihan tentang pengembangan diri manusia, saya sekarang sampai pada titik memahami kata "Belajar" itu sebagai proses atau sistem yang sangat besar yang kompleks yang terus berkembang seiring berkembangnya kebutuhan manusia. 

Belajar adalah sistem "pertumbuhan" manusia, Proses penumbuhan hal-hal yang ada dalam wilayah pengaruh kita. Proses untuk menumbuhkan dan mengembangkan apa yang ada disekitar kita. Belajar adalah meluaskan kemampuan memandang kita. Belajar adalah menguatkan otot-otot emosi kita agar mampu bertahan dalam kondisi yang akan berubah-ubah. Belajar adalah menjaga dan mengembangkan jaringan komunikasi positif kita dengan para teman dan manusia lain.

Belajar adalah menyentuh masalah dan merabanya lalu memahami bentuknya dan sifatnya lalu mencari jawaban untuk memposisikan masalah itu sebagai apa  dan difungsikan untuk apa bagi hidup kita, setelah fungsinya benar masalah itu tidak akan jadi masalah lagi malah akan jadi potensi baru bagi diri kita.

Belajar adalah mengembangkan posisi kita agar bisa berguna dan bermanfaat bagi dirikita dan bagi yang lainnya. 

Terkhir untuk merangkum semuanya, Belajar adalah proses memahami diri lalu mengembangkan diri kita, memperbaiki kekurangan, lalu melatih kemampuan skill mandiri kita dalam hidup lalu memahami dunia ini dan menyumbang potensi dan skill diri kita yang mampu kita beri.

Belajar adalah ruh kehidupan, tanpa jiwa pembelajar manusia akan membeku lalu menjadi batu yang tak akan mampu lagi menghirup udara dan juga tak akan mampu lagi melangkah maju. Akan terhenti dan "mati". 

Setelah jiwa pembelajar tumbuh mimpi-mimpi pun akan hadir.




Perubahan Dengan Referensi


Perubahan selelau membutuhkan  alasam-alasan untuk memulainya, selalu membutuhkan visi untuk memicunya. Dan unsur itu adalah Referensi. Ketika sebuah referensi itu muncul, mulailah detik perubahan berjalan. Seperti ketika Alquran turun untuk pertamakalinya dengan ayat “Iqra” itu menjadi isyarat bahwa genderang perubahan besar di alam ini telah mulai ditabuh karena referensi telah hadir di sisi manusia. 

Manusia mulai bertemu dengan sebuah visi baru dari referensi yang datang dari langit, mereka diminta untuk membaca referensi itu dengan fokus yang tinggi karena referensi itu akan mengajarkan kepada mereka semua pemahaman yang belum mereka pahami.

Jadi Refensi merupakan syarat utama untuk adanya sebuah perubahan yang nyata.
Manusia yang mempunyai naluri pembelajar akan melihat sebuah referensi yg hadir sebagai tarikan yang begitu memikat baginya untuk menyentuh dan membacanya. Jadilah ruh itu menemukan visi baru dalam pemahamannya.

Manusia yang punya naluri pembelajar akan selalu menyadari hal-hal yang belum mereka pahami, mereka tahu bahwa banyak hal yang belum mereka ketahui dan pahami. Mareka tahu bahwa mereka baru mengenal sedikit saja dari kenyataan yang ada, Masih banyak kenyataan yang belum dia sadari yang ada dunia ini. Masih banyak kenyataan yang belum dia pahami.

Disini mereka berdiri mencari jalan untuk mulai mempelajarinya, namun mereka terhenti karena tanpa referensi semua hanya akan tetap menjadi asumsi-asumsi saja yang bukan menenangkan malah memperkeruh keadaan. Mereka mencari referensi yg mampu memberi mereka pemahaman baru yg belum mereka miliki.

Belajar menjadi naluri dalam diri manusia dan referensi menjadi materi yang harus dibaca.
Tibalah sebuah generasi manusia yang akan terus berkembang dan mampu survive dalam kehidupan ini.

Tibalah saat
nya manusia mampu memahami arti dari kata solusi, karena referensi telah membantunya melihat kondisi.

Administratif dan Politis

Pengalaman politik masyarakat Indonesia terus meningkat semenjak keran reformasi telah melahirkan ide demokrasi bagi seluruh rakyat Ind bonesia. Ide-ide kebebasan telah bertumbuh lebih cepat di negeri ini dengan segala keuntungan dan resikonya. 

Sudah bukan zamannya lagi rakyat diatur dalam segala hal, sudah bukan saatnya  lagi rakyat dibatasi dalam banyak hal. Pertumbuhan gagasan dan ide sudah sangat pesat, ini sebagai tanda yang harus dibaca bahwa masyarakat semakin cerdas dan tidak akan betah diatur atau ditipu lagi. Mereka pasti akan memintang ruang pengaruhnya jangan diganggu atau diusik dengan konsep pemaksaan. Ruang pengaruhnya harus dihormati.

Ini adalah zaman kita mengembangkan kemandirian masyarakat, kemandirian personal harus diajarkan. Ini bukanlah zaman sang pemimpin merasa sok tahu akan kebaikan yang dirasanya baik untuk semua karena pertumbuhan pribadi manusia sudah sangat pesat. Sekarang adalah zaman kita memberikan bagi setiap orang ruang bagi mereka untuk bergerak. Pemimpin membebankan tanggung jawab saja kepada mereka, mengajarkan mereka kemandirian, mengajarkan mereka berpikir dan berkembang bukan mengatur perkembangan mereka, mereka harus berkembang dengan sendirinya.

Berikan mereka ruang untuk membuat sistem administrasi pribadi mereka. Bukan lagi eranya administrasi digabung dengan politik. Udah saatnya sistem administrasi pribadi dilepaskan kepada pribadi. Bukan lagi sistem administrasi untuk kepentingan politik pemimpin. Sudah saatnya sistem administrasi organisasi diberikan otoritas bagi sanga administrator, bukan diatur secara politik oleh sang operator. 

Kalau sistem administrasi dekelola secara politik, jadilah administrasi yang berubah-ubah tanpa aturan jelas, intervensi akan membuat sistem berubah-ubah tanpa ada SOP yang jelas. Politik adalah arah, sedangkan administrasi adalah nafas. Nafas harus tetap stabil meski arah berubah-ubah. Internal organisasi harus dikelola secara administratif, eksternal organisasi dikelola secara politis.

Peluang

Semua punya kemungkinan untuk memilih sebuah pilihan, semua punya peluang untuk melakukan sebuah tindakan, baik itu pilihan yang tepat atau tidak tepat, baik itu tindakan baik atau tidakan buruk. Semua punya kemungkinan untuk melakukannya. Baik itu orang yang sering disebuat sebagai orang “baik” atau orang yang sering disebut “jahat” semua punya kemungkianan memilih sebuah pilihaan atau tindakan yang sama.

Perbedaannya hanya pada besarnya peluang tersebut untuk terjadi, masing-masing punya besaran peluang yang berbeda-beda, bisa berpeluang besar dan bisa berpeluang kecil. Namun besar dan kecilnya sebuah pulang tetap saja punya kemungkinan untuk terjadi.

Jika peluang ini terjadi semua prediksi kemungkinan tidak akan berguna, efek dari kejadiaan itulah yang akan menjadi cerita yang terus mengalir dengan aliran waktu dalam sungai sejarah yang akan membekas pada ruang yang dilaluinya.


Pengalaman saya dalam bergaul dengan banyak kawan atau kenalan semua kawan punya kemungkinan merugikan kita dan punya peluang menguntungkan kita, semua punya peluang menyenangkan kita dan semua punya peluang menyakiti kita. Semua punya peluang terhadap sebuah hal yang sama. 

Berpapasan dengan Ketidak Normalan

Terlalu banyak hal-hal aneh yang terjadi dalam kehidupan kita, terlalu banyak hal-hal yang tidak kita duga-duga menghampiri dan mengejutkan kita. Tiba-tiba saja kita terkejut ada anggota keluarga kita yang sakit sehingga kita harus mengubah agenda-agenda kegiatan kita yang telah kita rancang sepekan bahkan sebulan yang lalu. Tiba-tiba saja semua tabungan kita yang kita rencanakan untuk sebuah agenda besar yang telah kita rencanakan, tabungan itu harus kita keluarkan karena ada anggota keluarga kita yang tiba-tiba sakit parah. 

Hal-hal yang tak terduga namun berdampak sistemik semacam itu yang sering terjadi dalam hidup kita yang telah kita rancang dengan begitu rapi dan normal, namun ada saja celah ketidak normalan untuk terjadi. Mungkin bagi kita yang terlalu akrab dengan hal-hal yang rapi dan normal akan terkejut dengan hal-hal semacam itu. Namun bagi yang telah mencoba berpikir dengan dua dimensi (normal dan tidak normal) akan tersenyum saja ketika hal-hal semacam itu terjadi.

Ruang dimensi kenormalan dan ketidak normalan harus sama-sama disadari akan keberadaannya, tidak mestinya kita menganggap ketidak normalan sebagai hal yang dihindari, tidak bisa kita menghindari sesuatu dalam waktu yang lama, sehebat-hebatnya kita menghindar akan ada periode di mana kita akan berpapasan dengan hal yang kita hindari.

Sudah saatnya kita menyapa dan berkenalan dengan hal-hal yang selama ini kita anggap sebagai variabel yang tidak normal, sudah saatnya kita memahami karakteristiknya untuk bisa merespon saat-saat kita berpapasan dengan variabel-variabel yang tidak normal. Sudah saatnya kita memakai dua dimensi dalam berpikir, berpikir dengan sistem rapi dan normal dan sekaligus kita harus mampu berpikir dengan sistem acak dan tidak normal, dua hal tersebut adalah logik, normal dan tidak normal punya logika yang logik. 

Bayangan Bukan Fisik

Seringkali kata-kata kita pahami dengan salah, karena kita pahami dengan pemahaman yang melahirkan keanehan terhadap efek yang terjadi dikemudian harinya. Kata harus bisa dipahami dengan kenyataan, ujilah pemahaman kita terhadap kata dengan kenyataan dan efek-efek dari kenyataan-kenyataan itu. Seperti sebuah kata yang sering menjebak kita dalam memahaminya, kata itu adalah “Rendah Hati”.

Seringnya kita menganggap kata itu sebagai kata yang begitu mulia sehingga kita sering ingin memilikinya, ingin memeluknya. Dan bahanya kita memakai kata itu sebagai wajah kita. Benarkah cara semacam itu ?
Terlepas dari persepsi Anda, saya akan menyampaikan persepsi saya, menyampaikan perasaan saya, menyampaikan visi saya terhada kata tersebut dan penggunaan kata tersebut; menurut saya salah besar jika mengambil kata itu sebagai wajah kita, salah besar kita melekatkan kata itu dengan diri kita, sungguh akan sangat berbahaya jika kita mengawinkan kata itu dengan emosi kita. Kenapa ? Karena kita salah menggunakannya. Kata tersebut kurang tepat kita gunakan untuk diri kita, karena kata itu adalah kata yang berfungsi untuk penilaian. Penilaian itu adalah hasil bukan awal.


Jadi bukanlah kita yang melekatkan kata “Rendah Hati’ dengan diri kita, tapi orang lain yg akan memandang dan menilai kita dengan kata “Rendah Hati” atau tidak “Rendah Hati” . Kita menyusun kerja dengan pemahaman yang benar berdasarkan kenyataan-kenyataan. Pemahaman yang benar dan mendalam dengan sendirinya akan memudahkan kita memahami keikhlasan. Kerendahan hati adalah bayangan yang dilihat oleh pihak lain terhadap bayangan kita. Bukan dasar kita melakukan pekerjaan, tapi hanya bentuk bayangan yang termanifestasi dari pemahaman yang mendalam terhadap kenyataan yang memudahkan kita memahami dan bergerak dengan keikhlasan. Bayangan bukan fisik kita. Bayangan yang dilihat oleh orang lain.

Sekolah Unggulan Marga Satwa

Pada suatu hari para hewan berkumpul dan membicarakan sebuah hal penting dalam mengahadapi sebuah dunia baru. Rapat yang dihadiri oleh hampir semua jenis hewan itu menelurkan sebuah keputusan: mendirikan sekolah!

Sebuah sekolah? Ya! Sebuah sekolah.

Para pengurusnya mengadakan rapat untuk membuat kurikulum. Akhirnya disepakati bahwa kurikulumnya mencakup kegiatan: berlari, memanjat, berenang, dan terbang. Kurikulum ini diberlakukan untuk semua jenis hewan. Artinya semua hewan harus mengambil semua mata pelajaran ini.

Angsa dan hewan sejenis yang pandai berenang (bahkan mungkin lebih pandai ketimbang instrukturnya) lulus dengan angka minimum dalam mata pelajaran terbang dan sangat buruk dalam mata pelajaran berlari. Karena hewan-hewan ini lamban dalam hal berlari, mereka harus tetap tinggal di sekolah seusai jam pelajaran untuk mendapatkan latihan tambahan. Mereka pun harus rela melepaskan mata pelajaran berenang untuk belajar berlari. Ini berlangsung terus-menerus. Bahkan kaki-kaki mereka yang berselaput menjadi robek-robek karenanya, namun nilai yang mereka peroleh hanya rata-rata. Sesungguhnya nilai yang cuma rata-rata ini ditoleransi oleh sekolah tersebut. Tak ada yang merisaukannya, kecuali angsa-angsa dan hewan-hewan sejenisnya itu sendiri.

Kelinci, kancil, dan harimau merajai kelas berlari, bahkwan beberapa dari mereka menjadi juara kelas. Namun mereka dilanda stres dan mengalami depresi mental karena terlampau banyak tugas perbaikan (remedial) dalam mata pelajaran berenang.

Hewan sejenis tupai yang hebat dalam memanjat, membuat kehebohan di kelas terbang karena gurunya frustasi menyuruh mereka mengawali dari tanah ke atas. Tentu saja, karena hewan-hewan itu biasa melakukannya terbalik, yakni dari puncak pohon ke bawah. Tupai dan sebangsanya ini juga terkena sindrom keseleo tangan serta kakinya akibat upayanya terlalu ekstrem. Gara-gara cedera itu, yang mengenaskan, mereka malah hanya mendapatkan nilai 70 untuk mata pelajaran memanjat yang menjadi keahlian mereka dan 50 untuk pelajaran berlari.

Sejenis burung elang masuk kategori murid-murid bandel karena sulit didisiplinkan. Untuk mata pelajaran memanjar, mereka rata-rata mengungguli hewan lain untuk sampai puncak pohon, namun mereka keras kepala minta menggunakan cara mereka sendiri untuk mencapainya. Di pelajaran berenang mereka jeblok.

Ketika wisuda kelulusan, sejenis cicak terbang yang agak cacat mampu terbang dengan baik sekali, sedikit berlari, memanjat maupun berenang. Mereka meraih angka tertinggi secara keseluruhan dan bahkan satu di antara mereka didaulatkan untuk memberikan sepatah kata mewakili teman-teman seangkatannya.

Hewan sebangsa musang akhirnya memutuskan keluar dari sekolah. Mereka tidak mau membayar uang sekolah secara penuh karena pengelola sekolah tidak mencantumkan mata pelajaran menggali lubang dalam kurikulumnya. Keluarga musang itu lalu mengirimkan anak-anaknya untuk homeschooling ke keluraga anjing di padang rumput. Meraka kemudian bersama-sama dengan keluarga kelinci, marmut, tikus mondok, serta kucing, untuk mendirikan sekolah sendiri. Akhirnya sekolah swasta ini menjadi sekolah yang amat sukses.

(Dari buku RH Wiwoho yang berjudul: Ketika Maju Salah Mundurpun Salah)

Memutuskan untuk Menjawab

Terlalu sering kita mengulang "kesalahan" yang sama, seperti lupa bahwa itu kesalahan yang harus kita tinggalkan.

Kesalahan yang terulang dan berulang dalam waktu lama kan menjadi kebiasaan yang begitu ringan kita lakukan, seakan kesalahan itu adalah napas yang berhebus dengan ringan memasuki seluruh jiwa kita tanpa adalagi keengganan dari hati dan akal ini.

Membuangnya ibarat membuang sepotong tangan kita sendiri, kita enggan melepaskan secara naluri karena kita selama ini telah menikmatinya secara menyenangkan meskipun kita tahu itu salah. Kesalahan telah berubah menjadi hal yang lumrah karena ada ganjaran kenikmatan yang kita dapatkan.

Itu mungkin gambaran yang bisa saya gambarkan, selanjutnya adakah peluang untuk memotong habis kebiasaan melakukan sebuah kesalahan yang terus menerus semacam itu?

Adakah solusi yang tepat ?

Sulit menjawab, meskipun demikian kita harus mencoba menjawab, kalaupun jawaban kita gagal kita harus berusaha terus untuk menyempurnakan jawaban kita.

Apakah saya punya jawabannya ?

Saya berusaha mencari jawabannya semenjak lama, sehingga barusan saya menganalisa sebuah konsep tentang "Habit" atau dalam bahasa kita disebut dengan "Kebiasaan". Setelah menganalisa lebih dari 4 jam dengan membandingkan dengan referensi - referensi yang saya miliki di lemari perpustakaan pribadi saya, sampai pada kesimpulan sementara ; "Kebiasaan bisa diubah dengan cara membentuk kebiasaan yang baru sama seperti awal terbentuknya kebiasaan yang buruk tersebut, kebiasaan baik juga terbentuk dengan sistem yang sama".

Konsepnya akan saya bahas insyaALLAH di kesempatan selanjutnya, sudah jam setengah 12 malam ketika saya mengetik ini, otak ini mulai minta kembali ke alam mimpinya untuk bermain dan beristirahat. Semoga umur kita semua selalu berkah, dan semoga kebiasaan buruk yang masih melekat di jiwa kita ini mudah untuk berganti dengan kebiasaan baik yang penuh berkah, insyaALLAH. Amiin.

Mengeksplorasi Dengan Pertanyaan

Sebenarnya kita harus terlebih dahulu belajar tentang "Bagaimana cara membuat pertanyaan yang benar dan baik " terlebih dahulu sebelum belajar tentang "Bagaimana menjawab pertanyaan dengan baik". Kita sering menganggap kemampuang menjawab pertanyaan lebih penting daripada kemampuan membuat pertanyaan.

Sebagai contoh ; seorang guru yang fungsi mendidik lebih senang memberi pertanyaan kepada para murid ketimbang memberi banyak waktu untuk menumbuhkan kemampuan bagi sang murid untuk berani membuat pertanyaan-pertanyaan yang diangga oleh sang murid penting bagi dirinya, lalu guru dengan sabar menjawab pertanyaan para murid dengan baik dan berisi, sehingga bukan murid yang disuruh selalu menjawab pertanyaan dari sang guru di setiap harinya. 

Para anak-anak yang baru berumur sekitar 3 tahun secara naluriah dia mulai belajar membuat pertanyaan dan bertanya kepada orang tuanya dan orang lain yang ditemuinya tentang hal-hal yang menarik bagi dirinya, naluri itu tumbuh secara alami pada mereka. Sungguh menakjubkan. Namun seringnya kita menganggap hal tersebut sebagai hal yang merepotkan bagi kita karena harus selalu menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka yang kita anggap tidak penting, namun kita lupa, itu penting bagi mereka.

Sering kali kita mematikan kebiasaan "bertanya" sang anak, padahal kita seharusnya mengasah kebiasaan itu semenjak anak-anak, harus kita ajarkan bagaimana bertanya yang baik dan benar secara alami. Harus kita kembangkan seiring usia mereka dan kita bertambah. Harus kita tingkatkan fungsinya.

Mari dari sekarang kita belajar "Bagaimana Cara Membuat Pertanyaan Yang Baik". 

Skil ini akan sangat bermanfaat untuk mengeksplorasi ilmu dan informasi, mengasah fungsi logika bekerja dan membuka kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, lalu kita bisa melihat lebih jauh dan luas dengan stimulus dari pertanyaan yang baik itu. Mengeksplorasi dengan pertanyaan.